Google

MP3 Player

Friday, June 29, 2007

Terobsesi Mercedes-Benz S


NAMA besar grup musik Dewa, tidak bisa lepas dari peran seorang Ahmad Dhani. Terlahir dengan nama Dhani Ahmad Prasetyo, kini lebih akrab dengan nama Dhani Manaf atau Ahmad Dhani. Lelaki kelahiran Jakarta, 26 Mei 1972 ini, telah berhasil membawa kelompok musiknya pada pencapaian yang luar biasa. Tuntutan akan kesempurnaan pada setiap kiprahnya, tak luput dari perhatian penggemarnya.

Barangkali hanya sedikit orang yang mampu mengakui kelemahan diri sendiri. Namun pengagum sufi ini, termasuk salah satu yang mau berterus terang. "Sejak remaja memang saya suka yang hebat-hebat," ujarnya.

Bahkan, ia mengaku sifat itu sudah mendarah daging dalam dirinya. Tetapi wataknya yang keras itu, juga dapat mendatangkan pujian dan kekaguman dari banyak orang.

Watak serta tuntutan akan kesempurnaan pada berbagai hal, tercermin pula pada cara memilih kendaraannya. Wahana dan sarana transportasi ini, tak pelak menjadi salah satu bagian yang terbilang penting bagi diri dan keluarganya.

Ahmad Dhani yang menikahi Maya Estianty atau Maia Ahmad, sembilan tahun lalu dan dikaruniai 3 putra ini, masih tetap betah dengan kendaraan keluarga yaitu sebuah MPV (Multy Purpose Vehicle) dari seri Mercedes-Benz Vito.

Lelaki pengagum Soekarno ini, kentara sangat menyukai produk mobil Jerman berlogo tiga bintang. Bahkan dalam situs resmi yang dilansir grup musik kenamaan itu, dicantumkan pula jika pentolan Dewa yang gemar memelihara janggut ini, terobsesi memiliki sebuah Mercedes-Benz S600. Itu adalah sebuah sedan eksotik bermesin 12 silinder.

Pilihannya jelas bahwa ini adalah kendaraan berkelas. Namun, ia tak ingin terjebak dalam sebuah pilihan. "Mobil yang ada sekarang masih enak dibawa ke mana-mana, keluarga pun masih betah menggunakannya. Namun untuk pelengkap dan pembanding, multi van dari Toyota asyik juga," tambah Dhani.

Mobil yang jadi obsesinya memperlihatkan keseriusannya dalam prinsip memilih dan berkendaraan. Mercy S600 4-pintu, mengusung mesin berkekuatan 5.500 cc twin turbocharged, dengan penggerak roda belakang. Kapasitas penumpangnya 5-orang. Itu sesuai dengan jumlah anggota keluarga yang mampu memberikan kebahagiaan, kepada lelaki yang piawai menulis lagu ini.

Dhani juga tidak alergi dengan segala macam bentuk aksesori mobil. "Asal tak mengganggu nilai elegan dari sebuah kendaraan, bisa saja diaplikasikan," jelasnya.

Satu hal yang cukup penting, fitur hiburan dan audio system mutlak harus berada dalam kabin mobilnya. Dengan menggunakan sopir atau menyetir sendiri, ia harus maksimal bisa menikmati alunan lagu, begitu duduk di atas jok mobilnya.

Musisi yang mahir memainkan berbagai alat musik ini, juga terbilang cukup peduli dan sangat telaten dalam hal me-maintenance kendaraan. "Hal yang harus diperhatikan yaitu bila ada ketidaknyamanan atau timbul bunyi aneh yang tidak biasa, jangan menunda untuk segera diperbaiki. Jika tak bisa ditangani sendiri, sopir harus segera menuju bengkel," tegasnya. (dih)***

1 comment:

MEINA said...

seorang ahmad dani jangankan naik mercy, naik gerobak sapi aja udah keren banget koq!kunjungi juga www.meinasuperstory.blogspot.com, aku ada menulis sisi2 humanisme yg aku lihat dari ahmad dani.